Tampilkan postingan dengan label tips. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tips. Tampilkan semua postingan

Selasa, 14 Desember 2010

Pentingnya Sarapan Pagi Untuk Memulai Aktivitas Sehari - Hari


“Orang yang melewatkan sarapan cenderung menjadi gemuk karena mereka mengganti sarapan dengan makan makanan ringan yang tinggi kadar gula dan karbohidrat,” .
Apa yang terjadi jika tidak sarapan?
1. Saat sarapan pada waktu perut kosong karena tidak ada tubuh tidak akan menghasilkan energi yang dibutuhkan untuk efisiensi di pagi hari. Oleh karena itu, dalam 10-11 jam sehari akan ada kelelahan dan kelaparan yang mengganggu kerja.
2. Seseorang yang melewatkan sarapan pagi memiliki kesulitan berkonsentrasi, terutama pada jam sebelum makan siang.
3. Seseorang yang tidak sarapan, membuat asupan energi yang dibutuhkan oleh tubuh yang diambil dari glukosa darah. Hal ini menyebabkan tingkat akan berkurang, mengakibatkan gangguan kesehatan dan keseimbangan tubuh.
4. Sarapan tidak nyata karena tubuh menjadi lemah, sakit kepala, mengantuk, kelelahan dan lesu, serta mempengaruhi konsentrasi kekuasaan dalam berpikir dan bekerja.
Lalu apa sarapan yang baik?
1. Sarapan yang sehat dapat berkontribusi untuk berat badan, meningkatkan daya ingat dan konsentrasi, dan meningkatkan kesehatan secara keseluruhan.
2. Sarapan bergizi dan penuh vitamin dapat membantu meningkatkan konsentrasi dan meningkatkan kekuatan mereka.
3. Sarapan meningkatkan kekuatan dan ketahanan stamina selama aktivitas, menurunkan kolesterol, meningkatkan konsentrasi dan kemampuan untuk memecahkan masalah.
4. Sarapan membuat koordinasi yang baik antara panca indera, pengendalian berat badan, mengurangi kelelahan dan kantuk selama kegiatan.

 
kirim komentar anda melalui emai disini

Baca Artikel lengkap >>

Rabu, 08 Desember 2010

Busana Yang Cocok Untuk Ke Kantor



Busana Kantor yang Chic



Memilih busana untuk bekerja susah-susah gampang. Busana yang terlalu sederhana akan membuat penampilan Anda tidak berkesan. Sebaliknya, busana yang terlalu berlebihan, malah tidak mencerminkan penampilan yang profesional.
Ada beberapa pedoman yang mesti Anda ikuti dalam memilih busana kerja. Sekalipun kantor tempat Anda bekerja tidak memiliki aturan ketat, namun ada beberapa hal yang perlu selalu Anda jaga dan pertahankan. Intip 10 aturan dasar berikut ini, agar Anda tidak salah memilih busana kerja.
Mematuhi peraturan, meskipun Anda menyukainya atau tidak. Mengenakan pakaian yang bertentangan atau yang tidak sesuai dengan aturan yang dikeluarkan kantor tidak akan mengesankan sang atasan - ataupun kolega Anda.
Jangan pernah menunjukkan bagian perut Anda. Mengenakan kemeja panjang dan menghindari celana panjang model pinggul yang terlalu rendah adalah pilihan tepat untuk busana kantor.
Hindari busana yang terlalu mengekspos atau menonjolkan belahan dada. Busana seperti ini jelas tidak sesuai dikenakan untuk ke kantor.
Jaga tali bra agar tetap tersembunyi dibalik busana. Jangan pernah dengan sengaja menunjukkan bra Anda. Pastikan Anda mengancing kemeja dengan benar.
Jangan pernah sekalipun mengenakan busana tembus pandang tanpa alasan yang tepat. Anda tentu tidak ingin menjadi pusat perhatian yang terlalu berlebihan bukan?
Perhatikan panjang keliman busana Anda. Bahkan jika Anda memiliki kaki yang indah sekalipun, rok yang super pendek hanya pantas dikenakan untuk acara malam hari atau akhir pekan dan bukan untuk ke kantor. Beberapa inci di atas lutut adalah batas ukuran terpendek yang bisa diterapkan pada rok Anda.
Perhatikan alas kaki. Simpan sandal jepit Anda untuk dipakai ke pantai dan sepatu kets saat olahraga. Sebagai gantinya, gunakan sepasang sepatu flat sederhana untuk perjalanan Anda menuju kantor.
Gunakan penilaian terbaik Anda. Pastikan gaya penampilan Anda yang terlalu feminim, misalnya dengan mengenakan camisole berenda ataupun gaun strapless, khusus ditampilkan pada acara malam hari.
Cobalah untuk mengenakan busana yang tidak terlalu ketat. Kantor bukanlah tempat yang tepat untuk menonjolkan setiap lekuk bagian tubuh Anda.
Jangan terlalu Aneh. Tidak masalah jika Anda ingin menampilkan gaya pribadi Anda, namun pastikan penampilan harus tetap terlihat sopan. Makeup yang terlalu berlebihan ditambah busana dengan corak dan warna yang mencolok akan membuat penampilan Anda terlihat terlalu eksentrik.
 
kirim komentar anda melalui emai disini

Baca Artikel lengkap >>

Tulang Pipi Membuat Seorang Perempuan Tampil Lebih Menarik


Menyiasati Tulang Pipi



Tulang pipi yang tinggi dapat membuat seorang perempuan tampil lebih berkepribadian dan tampil lebih menarik. Tidak semua perempuan di karuniai tulang pipi yang tinggi, namun ada trik-trik untuk dapat memperolehnya.
1. Pilih warna perona pipi yang cocok dengan kulit wajah, karena warna tersebut akan tampil cukup meonjol. Umumnya perona pipi berwarna merah jambu cocok dengan warna kulit wajah dan akan menampilkan kesan yang alami di wajah.
2. Cobalah tersenyum di depan kaca, kemudian usaplah perona mata dengan kuas perona mata dari arah atas ke bawah. Mulai dari posisi pipi yang paling tinggi. Jika terlalu tebal ratakan menggunakan ujung jari dengan gerakan melingkar dari atas ke bawah.
3. Untuk memberikan efek lebih, poles di daerah pipi perona mata yang lebih gelap untuk memberikan efek wajah terlihat menjadi kurus dan tulang pipi menjadi tinggi.

 
kirim komentar anda melalui emai disini

Baca Artikel lengkap >>

Sabtu, 28 Agustus 2010

Klo Anak Cerdas, Orang Tua pun Puas

Siapa yang tidak ingin memiliki anak. Setiap pasangan suami istri pasti menginginkan buah hati (anak), baik anak laki-laki maupun perempuan. Disamping pasangan suami istri sangat mengharapkan kehadiran si buah hati, juga sangat menginginkan anak-anak yang cerdas, tangkas yang akan membuat orang tua puas.


Banyak bergerak, selain membuat anak aktif, juga dapat mengembangkan seluruh aspek kecerdasannya. Di sisi lain, perkembangan kinestetik akan memperkuat kesadaran sensori yang dimulai pada sistem saraf dan berujung pada sendi dan otot.


Stimulasi kinestetik atau gerak diberikan melalui rangsangan gerak tubuh yang kemudian akan direspon anak dengan gerakan tubuh pula. Stimulasi ini sangat bermanfaat terutama dalam menumbuhkembangkan potensi kecerdasan anak.


Menurut Drs. Bambang Sujiono, MPd., respon yang ditunjukkan oleh anak merupakan gerakan otot-otot tubuh sebagai akibat dari adanya perintah dari sel saraf pusat.


Hampir setiap respon gerakan melalui perintah otak. Kecuali gerak refleks tubuh yang merupakan gerakan spontan otot-otot tubuh tanpa adanya perintah dari otak. Itu sebabnya, bila rangsangan kinestetik diberikan kepada anak dengan melibatkan gerakan tubuh, sel-sel otaknya semakin banyak terstimulasi. Ini berarti, seluruh potensi kecerdasan yang dimiliki anak akan tumbuh dan berkembang.


Staf Pengajar di Fakultas Ilmu Keolahragaan UNJ ini, kemudian memberikan ragam stimulasi kinestetik mulai usia 0 hingga 6 tahun.


Usia 0-1 tahun

Di usia 3-4 bulan kandungan, janin sudah menunjukkan gerakan tubuh pertamanya, yang semakin bertambah sejalan dengan pertambahan usia kehamilan. Gerakan kedua muncul saat bayi lahir, yaitu gerak refleks.

“Gerakan seperti mengisap puting susu ibu, gerak refleks tangan dan kaki, mengangkat kepala saat ditengkurapkan, dan membuka jari saat telapak tangannya disentuh, merupakan gerakan refleks yang bertujuan untuk bertahan hidup,” tutur konsultan dan stimulator potensi kecerdasan anak ini.


Ditambahkan ayah tiga anak ini, gerak refleks seharusnya distimulasi agar kemampuan awal si kecil terbentuk. Contohnya, bila gerak refleks tangan distimulasi dengan baik, dalam usia 2-3 bulan, bayi memiliki kemampuan menggenggam benda-benda yang berukuran besar.


Stimulasi yang bertahap dan berjenjang akan memberikan manfaat dalam kemampuan dan keterampilan menggenggam pada bayi. Bayi akan mampu menggenggam benda-benda yang lebih kecil hingga akhirnya bisa menggenggam sendok atau pensil warna.


Kemampuan kinestetik lain yang mesti dimiliki bayi usia 3-6 bulan adalah merayap dan merangkak. Kemampuan ini merupakan awal dari perkembangan bergerak maju, duduk, berdiri, dan berjalan. Orangtua bisa menempatkan bola warna-warni di depan bayi saat ia tengkurap. Warna-warni akan menarik bayi untuk mengambil dengan berusaha bergerak maju.


Setelah merangkak, anak akan belajar berjalan. Untuk berjalan, diperlukan kekuatan otot kaki, punggung, perut, keseimbangan tubuh, koordinasi mata-tangan-kaki, serta aspek mental, emosional, dan keberanian. Dengan banyaknya aspek yang terlibat dalam proses berdiri dan berjalan, jumlah sel otak yang terstimulasi pun bertambah banyak. Saat belajar berjalan, anak mencoba merambat dan berdiri sambil berpegangan benda-benda yang kuat.


Usia 1-2 tahun

Di usia setahun, seluruh kemampuan dan keterampilan kinestetiknya sudah terbentuk. Untuk itu, perlu diberikan pengembangan stimulasi dengan penambahan pada bentuk, media, tingkat kesulitan, dan lainnya. Cara yang mudah adalah banyak bermain bersama anak seperti berlari, melompat, melempar, menangkap, berguling, dan lain-lain.

Anak akan lebih mudah belajar melempar daripada menangkap. Agar kemampuan anak menangkap bola atau benda bertambah, rajin-rajinlah orangtua bermain lempar-tangkap bola. Dengan cara ini pula kemampuan koordinasi mata dan tangan anak akan terlatih. Bila anak sudah mampu menangkap dan melempar, tingkat kesulitannya bisa ditambah. Contohnya, menambah jarak lempar-tangkap, mengganti bola yang lebih besar dengan yang kecil, serta arah lemparan semakin cepat.


Teknik-teknik tersebut akan membantu menguatkan otot-otot lengan anak serta mengembangkan keterampilan motorik halus dan kasar, koordinasi mata-tangan, visual-spasial, kecepatan reaksi, dan kelenturan. Kesemuanya, menurut Bambang, merupakan respon dari sel-sel otak.


Keterampilan motorik halus dan kasar berguna untuk kemampuan menulis, menggambar, melukis, dan keterampilan tangan lainnya. Anak juga bisa dilatih mengembangkan otot kaki, misalnya menendang bola, melompat dengan dua kaki, serta menaiki anak tangga (tentu dibantu orang dewasa).


Usia 3-4 tahun

Di usia ini, keterampilan dan kemampuan anak sebenarnya tidak jauh berbeda dengan anak usia 1-2 tahun. Perbedaan yang nyata hanya pada kualitasnya. Anak usia 3-4 tahun berlari lebih cepat ketimbang anak usia 1-2 tahun, lemparannya lebih kencang, dan sudah mampu menangkap dengan baik.

Kemampuan motorik kasar otot kaki anak, selain berjalan dan berlari cepat, antara lain mampu melompat dengan dua kaki, memanjat tali, menendang bola dengan kaki kanan dan kiri. Untuk motorik kasar otot lengan, anak mampu melempar bola ke berbagai arah, memanjat tali dengan tangan, mendorong kursi, dan lainnya.


Kemampuan yang melibatkan motorik halus untuk koordinasi mata-tangan, yaitu mampu memantul-mantulkan bola beberapa kali, menangkap bola dengan diameter lebih kecil, melambungkan balon, keterampilan coretan semakin baik.


Agar kemampuan dan keterampilan motorik halus serta kasar kian berkembang, anak bisa diberikan stimulasi kinestetik. Ia mencontohkan beberapa hal seperti berjalan atau berlari zigzag, berjalan dan berlari mundur untuk mengembangkan otak kanan, melompat dengan dua kaki ke berbagai arah, menendang bola dengan kaki kanan atau kiri ke berbagai arah, melempar bola ke berbagai arah dengan bola sedang sampai kecil, melempar bola ke sasaran seperti huruf, angka, atau gambar, menangkap bola dari berbagai arah, bermain bulutangkis, mencoret-coret berbagai bentuk geometri untuk mengembangkan otak kiri dan kanan, serta menggerakkan kedua tangan dan kaki dengan memukul drum mainan.


Usia 5-6 tahun

Pada usia 5-6 tahun, hampir seluruh gerak kinestetiknya dapat dilakukan dengan efisien dan efektif. Gerakannya pun sudah terkoordinasi dengan baik. Namun, seperti diungkapkan Bambang, anak kelompok usia ini lebih menyukai permainan yang tidak banyak melibatkan motorik kasar. Mereka lebih menyukai permainan yang menggunakan kemampuan berpikir seperti bermain puzzle, balok, bongkar pasang mobil, serta mulai tertarik pada games di komputer maupun play station.


kirim komentar anda melalui emai disini


Baca Artikel lengkap >>

Minggu, 01 Agustus 2010

Si Kecil Hanya Ingin Susu?


Stimulasi nutrisi merupakan salah satu faktor penting dalam tumbuh kembang anak. Sebab dalam proses tumbuh kembangnya, anak butuh energi yang cukup agar tujuan proses ini bisa tercapai secara optimal. Energi diperlukan untuk pertumbuhan dan pertambahan jumlah sel-sel tubuhnya, dan untuk proses maturasi fungsi sel-sel tubuh itu sendiri.
Anak mendapatkan energinya dari makanan yang ia konsumsi sehari-hari. Pada rentang usia 0-6 bulan, ASI adalah sumber utama dan yang terbaik, untuk mencapai tingkat pertumbuhan dan perkembangan tertentu. Setelah itu, anak baru diperkenalkan dengan makanan pendamping ASI yang memiliki jenis dan tekstur yang berbeda. Contohnya, bubur susu, bubur buah, biskuit bayi, atau susu formula tambahan.
Fase di mana asupan makanan anak tak lagi melulu hanya ASI atau susu formula ini menjadi tantangan besar bagi para orangtua. Masalah anak sulit atau enggan makan mulai terjadi, tak jarang hingga ia berusia balita. Hal ini menimbulkan kerisauan orangtua bahwa anak akan kekurangan energi dan nutrisi.
"Sulit makan" ini sebenarnya disebabkan toleransi anak terhadap makanan barunya berbeda antara satu anak dengan yang lain. Ada yang mudah menerima perubahan tekstur makanan, ada pula yang lebih lambat.
"Kemampuan menelan tiap anak berbeda. Mungkin anak malas mengunyah, atau ada juga yang menolak karena rasanya tidak seperti susu. Tapi orangtua sering menyerah dan hanya memberi yang disukai anak," tutur dr Rifan Fauzie, SpA, saat seminar "Nutrisi Tepat, Anak Sehat dan Cerdas", dalam Smart Parents Conference 2010 di Jakarta Convention Center, Sabtu (31/7/2010) lalu.
Dokter Rifan menambahkan, ada perbedaan waktu kematangan sistem oromotorik pada bayi. Perbedaan ini sebenarnya tidak perlu dikhawatirkan, apalagi jika kemampuan psikomotorik lain masih dalam batas  normal.
Oleh karena itu, keinginan anak untuk hanya mengonsumsi susu tidak boleh dibiarkan. Begitu pula ketika pada usia batita dan balitanya, anak menuntut makanan yang itu-itu saja. "Toleransi pada anak harus ada batasnya. Jangan sedikit-sedikit menangis, dikasih susu," papar dokter yang berpraktik di Divisi Respirologi Anak RSAB Harapan Kita ini. "Makan itu masalah kebiasaan kok. Jadi, harus dilatih terus. Sebab jika terlalu lama dibiarkan makan dengan cara yang kurang baik, akan susah untuk memulai kebiasaan yang baru."



Selamat mencoba , semoga bermanfaat dan berguna untuk anda..copy paste di bolehkan, asal tidak menjelek2kan artikel ini yang telah dibuat.Terima kasih telah berkunjung di Ihsan_blogs .. created by IHSAN.











internet marketing


Click here to get Kaya Dari Facebook Marketing | Profit Bisnis dan Keamanan Pribadi











Baca Artikel lengkap >>

Kata Mereka