Minggu, 03 Oktober 2010

Agar Bibir Wanita Merah alami



Bibir yang halus dan merona makin menyempurnakan senyum indah anda selain gigi putih cemerlang. Maka produk lipstik selalu laris manis karena para wanita selalu ingin bibirnya berwarna segar merona. 

Namun ternyata, lipstik adalah salah satu faktor yang membuat bibir menjadi menghitam. 

Akan tampak bila seseorang yang sering memakai lipstik, pada saat tidak memakai lipstik, bibirnya terlihat pucat dan menghitam. 

Tips berikut sangat efektif untuk memerahkan bibir anda secara alami dan membuatnya lembut, bebas pecah-pecah, sehat dan segar.

1. Setiap sikat gigi, sikat juga bibir anda pelan-pelan dengan arah kekanan dan kekiri secara bergantian.

2. Belah tomat menjadi 2 bagian. Oleskan irisan tomat ke bibir anda selama 10-15 menit. Lakukan rutin 2-3 kali sehari selama seminggu. Bibir anda jadi halus dan bebas dari pecah-pecah.

3. Olesi bibir anda dengan madu setiap saat anda sempat dan setiap sebelum tidur, lakukan pijat-pijat ringan pada bibir anda. Madu bagus untuk melembapkan bibir dan memerahkan bibir secara alami.

4. Sering mengkonsumsi buah-buahan segar, terutama jeruk. Bibir aja terlihat segar tanpa perlu memakai pelembap.

5. Pakailah lipbalm / pelembap untuk bibir di siang hari untuk menjaganya tetap lembap dan tidak kering.


 
kirim komentar anda melalui emai disini

Baca Artikel lengkap >>

Ternyata 10 ini merupakan negara termiskin didunia


1. Malawi

Location: Southern Africa, east of Zambia
Population: 13,603,181
GDP per capita: $600 (2006 est.)

2. Somalia
Align Center

Location: Eastern Africa, bordering the Gulf of Aden and the Indian Ocean, east of Ethiopia
Population: 9,118,773
GDP per capita: $600 (2006 est.)

3. Comoros


Location: Southern Africa, group of islands at the northern mouth of the Mozambique Channel, about two-thirds of the way between northern Madagascar and northern Mozambique
Population: 711,417 (July 2007 est.)
GDP per capita: $600 (2005 est.)

4. Solomon Islands


Location: Oceania, group of islands in the South Pacific Ocean, east of Papua New Guinea
Population: 566,842 (July 2007 est.)
GDP per capita: $600 (2005 est.)

5. Congo


Location: Central Africa, northeast of Angola
Population: 65,751,512
GDP per capita: $700 (2006 est.)

6. Barundi


Location: Central Africa, east of Democratic Republic of the Congo
Population: 8,390,505
GDP per capita: $700 (2006 est.)

7. East Timor/Timor-Timor


Location: Southeastern Asia, northwest of Australia in the Lesser Sunda Islands at the eastern end of the Indonesian archipelago; note - East Timor includes the eastern half of the island of Timor, the Oecussi (Ambeno) region on the northwest portion of the island of Timor, and the islands of Pulau Atauro and Pulau Jaco
Population: 1,084,971
GDP per capita: $800 (2005 est.)

8. Tanzania


Location: Eastern Africa, bordering the Indian Ocean, between Kenya and Mozambique
Population: 39,384,223
GDP per capita: $800 (2006 est.)

9. Afghanistan


Location: Southern Asia, north and west of Pakistan, east of Iran
Population: 31,889,923 (July 2007 est.)
GDP per capita: $800 (2004 est.)

10. Yemen


Location: Middle East, bordering the Arabian Sea, Gulf of Aden, and Red Sea, between Oman and Saudi Arabia
Population: 22,230,531 (July 2007 est.)
GDP per capita: $900 (2006 est.)
 
kirim komentar anda melalui emai disini

Baca Artikel lengkap >>

Siapa sih Penemu Handphone itu ? Kapan handphone pertama kali dibuat ?


”Tanpa penemuannya, tak akan ada orang yang melenggang sambil menelepon dengan ponselnya. Ia telah membuat bisnis (ponsel) terbentuk dan menjadi bisnis.” (Frank Vigilante tentang Amos Joel Jr, penemu ”switching” ponsel, ”New York Times”)

Peradaban manusia modern tak terelakkan lagi bertumpu pada dua penemuan teknologi yang amat berpengaruh, yakni internet dan telepon seluler (ponsel). Kedua teknologi di atas kini menjadi andalan manusia dalam berkomunikasi, berkarier, berbisnis, dan aktivitas lain.

Dalam hal internet, orang mengenal tokoh-tokoh penemunya, seperti Bob Taylor, ahli psikoakustik dan Direktur Program Riset Komputer di Defense’s Advanced Research Project Agency (DARPA) tahun 1966. Pada masa itulah Taylor mendapat ide untuk menghubungkan komputer- komputer dalam jaringan. Selain Taylor, ada pula Larry Robert, pionir jaringan komputer di Laboratorium Lincoln, Massachusetts Institute of Technology (MIT), satu-satunya ilmuwan di AS yang dianggap bisa mewujudkan jaringan yang dibayangkan Taylor. Tentu saja ada Vint Cerf dan kawan-kawan dari University of California, Los Angeles.

Sementara itu, dari dunia komunikasi seluler, ada nama penemu ponsel Martin Cooper yang saat itu—35 tahun silam, tepatnya 3 April 1973—bekerja di Motorola. Orang masih bisa menyimak impian Cooper, yang antara lain membayangkan ponsel ukuran kecil, dipasang di balik telinga, dan secara otomatis menghubungi nomor seseorang manakala penggunanya berniat menghubungi nomor tersebut.

Tetapi, fokus kali ini bukan kepada Cooper, tetapi pada sosok lain yang juga berjasa besar dalam perkembangan komunikasi seluler. Tokoh ini tidak lain adalah Amos E Joel Jr, pionir sistem penyambung (switching) ponsel dari satu wilayah sel ke wilayah sel yang lain. Switching ini harus bekerja ketika pengguna ponsel bergerak/berpindah dari satu sel ke sel lain sehingga pembicaraan tidak terputus.

Karena penemuan Amos Joel inilah penggunaan ponsel menjadi nyaman.

Selain sistem switching ponsel, yang dipatenkan dengan nomor 3.663.762, Joel juga ambil bagian dalam pengembangan traffic service position system (TSPS) yang digunakan untuk mengotomatiskan pekerjaan operator telepon dan automatic intercept system (AIS) yang diciptakan untuk menangani panggilan ke nomor tak aktif secara otomatis.

Penemu besar

Amos Joel Jr yang lahir di Philadelphia, 12 Maret 1918, memang diakui dunia sebagai pakar di bidang switching. Ia mendapat ijazah bachelor (1940) dan master (1942) dalam teknik elektronik dari MIT. Tidak lama setelah studi, ia memulai karier selama 43 tahun (dari Juli 1940-Maret 1983) di Bell Telephone Laboratories, tempat ia menerima lebih dari 70 paten Amerika di bidang telekomunikasi, khususnya di bidang switching.

Joel—yang tahun ini masuk dalam National Inventors Hall of Fame—tutup usia Sabtu, 25 Oktober, di rumahnya di Maplewood, New Jersey, dalam usia 90 tahun.

Pengguna ponsel di seluruh dunia kini dapat merenungkan, apa arti sumbangan Joel dalam peradaban seluler dewasa ini. Ini disimpulkan oleh Frank Vigilante, yang pernah menjadi salah seorang penyelia Joel di Bell Labs dalam kutipan di atas.

Pelajaran bagi penemu

Joel bisa menjadi penemu besar tentu karena memiliki kepandaian tinggi, tetapi selain itu juga ada kepiawaian lain. Ternyata sejak kecil Joel suka otak-atik barang elektronik. Sebagai anak laki-laki, tutur Andrew Martin dalam obituarinya di New York Times, Joel acap merakit sistem komunikasi untuk teman-temannya, menggunakan perlengkapan telepon tua yang ditinggalkan dalam apartemen kosong. Ia juga mencoba membuat switching sederhana.

Ketika menuturkan kembali kariernya kepada koran The Star-Ledger di New Jersey beberapa bulan silam, Joel menyebutkan, hal-hal yang ia kagumi semasa kecil dan itu adalah penyambung (switch) pada kereta listrik mainannya dan pesawat telepon putar (dial) pertama yang ada di rumahnya.

”Saya ingin tahu, bagaimana barang-barang itu bekerja,” tuturnya.

Ketika masih di perguruan tinggi, ia bertemu dengan istrinya—Rhoda Fenton—yang lalu ia ajak ke ruangannya untuk melihat paten-paten yang ia kumpulkan.

Seusai kencan, Fenton mengira Joel sinting, tetapi akhirnya ia menerima Joel dan keduanya menikah selama 58 tahun.

Selain senang mengotak-atik alat komunikasi, Joel juga senang mengajar. Setelah Perang Dunia II, ia mengembangkan dan mengajar kursus mengenai sistem switching dan perancangan sirkuit, sampai akhirnya ia menemukan alat tagihan telepon otomatis pertama.

Atas jasa dan sumbangannya, Joel pernah mendapat penghargaan Inventor of the Year oleh New Jersey Congress of Inventors, dan menerima penghargaan paling tinggi Institute of Electrical and Electronic Engineers (IEEE), yakni Medal of Honor. Penghargaan lain yang pernah ia terima adalah Kyoto Prize in Advanced Technology (1989) dan National Medal of Technology (1993) serta Stuart Ballantine Medal dari Franklin Institute.

Ketika komunikasi ponsel menjadi demikian vital dalam peradaban sekarang ini, sumbangan Amos Joel patut dikenang dan kebiasaannya menggeluti teknologi dan itu lalu menghasilkan penemuan yang bermanfaat bagi umat manusia, sungguh patut ditiru.

 
kirim komentar anda melalui emai disini

Baca Artikel lengkap >>

Kata Mereka