Sabtu, 10 Juli 2010

Pedang Pusaka Berusia 2000 Tahun





altMuseum Provinsi Hubei, China, beberapa waktu lalu memamerkan pedang Goujian si penguasa Yue. "Pedang Nomer Wahid di Dunia" itu telah berusia 2.000 tahun lebih tapi masih tetap tajam dan tidak berkarat, namun yang dipertanyakan ialah bagaimana ia bisa muncul di dalam makam bangsawan Chu?
Sebenarnya ia sebagai hadiah perang Negara Chu ataukah berupa bawaan mas kawin selir penguasa Chu Shaowang? Semuanya masih serba misterius. 

Usia 2.000 Tahun Masih Tajam dan Tak Berkarat

Menurut berita Hong.net, pada suatu senja Desember 1965, makam nomor 1 - Chu  Gunung  Jianglingwang - Provinsi Hubei sedang tegang-tegangnya dilakukan penggalian. Tatkala pekerja arkeologi dengan sangat hati-hati membuka peti mati si jenazah, secara tak terduga di sebelah kiri kerangka jenazah terlihat sebilah pedang perunggu yang masih terselip di dalam sarung pedang kayu yang dilapisi cat tersebut.
Pada saat si petugas mencabut pedang itu dari sarungnya, diiringi seberkas sinar dingin yang agak meyilaukan mata, semua orang di tempat itu terperangah. Seorang petugas lainnya begitu kurang hati-hati jarinya luka tergores dan darah mengalir seolah tak mau berhenti. Seorang petugas lainnya lagi mencoba ketajamannya dengan 16 lapis kertas, begitu menggunakan sedikit tenaga, tumpukan kertas itu semuanya robek terpotong.
Pedang perunggu kemilau tersebut memiliki ukuran: panjang 55,7 cm, lebar 4,6 cm, dan panjang gagangnya  8,4 cm, ujung gagangnya berbentuk lempengan bulat yang pada lingkaran dalamnya terdapat 11 lajur lingkaran dengan pahatan halus, halusnya sampai-sampai ada yang menyerupai sehelai rambut.
Sword Grid (bagian pelindung tangan antara pegangan dan pedang), sedikit menonjol keluar yang pada sisi depannya terpasang butiran-butiran kristal biru terbingkai batu turkis, meski di dalam kegelapan memancarkan sinar adem yang misterius. Pada tubuh pedang terdapat tekstur hitam berbentuk berlian yang luar biasa indah.
Yang paling menggembirakan para pakar adalah pada bagian pelindung tangan terdapat grafir 2 baris aksara bergaya Niaozhuan. Jumlah aksara itu ada 8 buah, pakar di lokasi situs kala itu hanya bisa mengungkap 6 aksara diantaranya yakni: "Yue Wang Zhi Zuo Yong Jian  = pedang bikinan sendiri milik raja Yue".
Wakil kepala bagian umum museum Provinsi Hubei, Wan Quanwen mengatakan, "Dua aksara di tengah yang menunjukkan nama orang, berdasarkan kajian berulang-ulang dari para ahli peneliti bahasa China kuno, baru terungkap itulah salah satu tokoh paling legendaris di dalam sejarah China yakni: Goujian (sang penguasa Yue)".

Diperkirakan Kado Pernikahan

Bagaimana pedang Goujian si penguasa Yue mendarat di dalam makam Chu, misteri ini hingga sekarang belum bisa diungkap. Perkiraan Wan Qianwen: "Negara Chu dengan Wu maupun Yue pernah berperang beberapa kali. Ada kemungkinan Raja Chu kala itu menghadiahkan pedang tersebut kepada salah seorang pejabat tinggi kepercayaannya." 
Sementara itu sudut pandang lain beranggapan bahwa dari rol bambu (red.: zaman sebelum penemuan kertas menggunakan rol bambu sebagai media/buku tulis) yang tergali dari makam itu menunjukkan, sang jenazah ada kemungkinan bangsawan besar semasa zaman penguasa Chu Huaiwang yang bernama Shao Hua jadi kemungkinan pedang Goujian beralih ke Negara Chu melalui item hadiah pernikahan.
Sesuai catatan kitab sejarah kuno, hubungan kedua negara Chu dan Yue semenjak masa Yun Chang (penguasa Yue) sudah mulai akrab, mereka pernah bersekutu pada suatu periode, Chu Zhaowang si penguasa Chu pernah mempersunting putri Goujian sebagai selirnya dan telah melahirkan Chu Huiwang.
Oleh karena itu pedang perunggu canggih itu ada kemungkinan dijadikan sebagai salah satu item hadiah pernikahan putrinya dan dengan demikian telah berpindah tangan ke Negara Chu, kemudian penguasa Chu menghadiahkannya kepada Shao Hua. Setelah Shao Hua wafat, pedang tersebut ikut terkubur di dalam makamnya.

Tiga Sebab Pedang Tak Berkarat

Pedang Raja Yue Goujian telah melalui lorong waktu selama 2.000 tahun lebih, tapi sama sekali tidak menunjukkan tanda-tanda berkarat. Apakah penyebabnya ia tidak sampai berkarat? Para pakar beranggapan, hal itu terutama dimungkinkan oleh situasi dan kondisi pedang tersebut tersimpan.
Wan Qianwen menjelaskan, kandungan tembaga pedang Goujian sekitar 80-83%, kandungan timah 16-17%, selain itu juga terdapat sedikit kadar timbal dan besi. Tembaga sebagai bagian utama dari pedang perunggu itu adalah semacam logam yang non-aktif, pada situasi kondisi sehari-hari memang tidak mudah berkarat.  
Kedua, kondisi luar situs pedang Goujian: Makam terbenam di bawah tanah sedalam beberapa meter, satu liang diisi 2 peti mati,  dinding di sekeliling liang makam menggunakan semacam lumpur putih dengan kualitas halus padat, yang dinamakan dunia arkeologi sebagai plaster lumpur pasta putih, bagian bawahnya menggunakan lumpur pasta putih yang sudah dicuci dan disaring secara manual, daya rekatnya sangat baik.
Ditambah lagi bagian atas liang makam diisi dengan tanah yang padat, faktor-faktor itulah membuat makam tersebut nyaris menjadi sebuah ruang yang kedap udara, begitu banyak lapisan kedap yang pada dasarnya telah menyekat ruang makam dengan atmosfer dari luar ruangan. Penelitian iptek moderen menyatakan: di bawah kondisi total tersekat dari oksigen, meski di dalam cairan air biasa atau air asam, besi dan baja tidak akan berkarat.
Selain itu, makam Chu no.1 di Gunung Wang terletak di atas tanggul kering dari Sungai Zhang di dekat Kota Jinzhou moderen, level air bawah tanah agak tinggi, ruang makam dalam jangka waktu lama pernah pula terendam oleh air, sifat asam air bawah tanah tidak besar, pada dasarnya cenderung netral, terbukti dengan sejumlah besar peralatan/artefak kayu dengan dilapisi cat yang indah keadaan penyimpanannya agak baik. Sesudah terendam air bawah tanah, udara di dalam ruang makam juga menyusut banyak.  
Mengenai pedang Goujian apakah masih sama tajamnya seperti pada saat digali keluar, Wan Qianwen menyatakan: "sesudah itu tidak pernah lagi dilakukan test semacam itu.



Selamat mencoba , semoga bermanfaat dan berguna untuk anda..copy paste di bolehkan, asal tidak menjelek2kan artikel ini yang telah dibuat.Terima kasih telah berkunjung di Ihsan_blogs .. created by IHSAN.










internet marketing

Click here to get Kaya Dari Facebook Marketing | Profit Bisnis dan Keamanan Pribadi








Baca Artikel lengkap >>

Fosil Baru Menunjukkan Dunia Penuh Buaya





Palentolog Prancis di Museum Ilmu Pengetahuan di Paris, Philippe Taquet dan Perancis de Lapparent de Broin berpose di atas model
WASHINGTON—Fosil yang baru saja ditemukan di Gurun Sahara menunjukkan bahwa dahulu daerah rawa di dunia  dibagi menjadi setengah lusin spesies buaya yang unik dan cerdas, menurut laporan peneliti pada 19 November lalu.

Mereka sudah memberi sebagian dari spesies baru tersebut julukan, yakni BoarCroc (Buaya Babi), RatCroc (Buaya Tikus), DogCroc (Buaya Anjing), DuckCroc (Buaya Bebek) dan PancakeCroc (Buaya Panekuk). Mereka juga mengatakan penemuan mereka akan membantu memahami buaya dan cara hidupnya.
Mereka hidup selama periode Cretaceous 145 juta sampai 65 juta tahun yang lalu, ketika antar benua saling berdekatan serta lebih hangat dan basah daripada saat ini.
“Kami heran menemukan begitu banyak spesies dari waktu dan tempat yang sama,” kata palentolog Hans Larsson McGill University di Montreal, Kanada, yang melakukan studi tersebut.
“Ternyata masing-masing buaya mempunyai makanan dan perilaku yang berbeda. Nampaknya mereka sudah membagi ekosistemnya, masing-masing spesies menjalani cara hidup mereka sendiri.”
Larsson dan Paul Sereno dari Universitas Chicago, didanai oleh National Geographic, mempelajari rahang, gigi dan tulang belulang buaya. Mereka juga melakukan pemeriksaan CT scan, komputer yang memiliki kemampuan sinar-X untuk melihat di dalam tengkorak.
Dua spesies, DogCroc dan DuckCroc, mempunyai otak yang kelihatan berbeda dengan buaya moderen.
“Mereka mungkin mempunyai otak yang lebih canggih dari buaya sekarang karena mereka aktif berburu di tanah yang memerlukan lebih banyak tenaga otak daripada yang hanya menunggu mangsa saja,” kata Larsson.
RatCroc, spesies baru yang secara formal dipanggil Araripesuchus Rattoides, ditemukan di Maroko dan biasa memakai rahang bawahnya yang tonggos untuk menggali makanan.
PancakeCroc, dikenal secara ilmiah sebagai Laganosuchus thaumastos, berukuran 20 kaki dengan kepala datar yang besar.
DuckCroc mewakili fosil baru yang ditemukan di Niger dari spesies yang dulunya dikenal bernama Anatosuchus minor. Mereka memakan daging dan katak dengan moncong lebarnya.
BoarCroc yang lebih ganas sebesar 20 kaki tetapi bisa berlari tegak dan rahangnya dipakai untuk mengunyah, dengan tiga pasang gigi seperti pisau.
Ada yang berjalan tegak dengan kaki mereka di bawah badan seperti seekor mamalia darat, perut yang menyentuh tanah.
“Bakat amfibi mereka dulu mungkin menjadi kunci penyebab mengapa perkembang biakan mereka sangat luas, dan akhirnya bertahan hidup melewati era dinosaurus,” tulis artikel terpisah Sereno untuk National Geographic.


Selamat mencoba , semoga bermanfaat dan berguna untuk anda..copy paste di bolehkan, asal tidak menjelek2kan artikel ini yang telah dibuat.Terima kasih telah berkunjung di Ihsan_blogs .. created by IHSAN.










internet marketing

Click here to get Kaya Dari Facebook Marketing | Profit Bisnis dan Keamanan Pribadi








Baca Artikel lengkap >>

Ayo Lacak Jejak Santa Claus dengan Bantuan Militer AS dan Google





Web Santa Tracker melacak keberadaan Santa Claus di malam natalSanta Claus akan datang... saat Santa mengirimkan hadiah dari rumah ke rumah, NORAD (North American Aerospace Defense Command)  akan bekerja sama dengan GOOGLE  melacak keberadaan Santa  di seluruh dunia.

NORAD (North American Aerospace Defense Command) akan memantau wilayah udara Amerika Utara pada 25 Desember. Mereka mendirikan website resmi, "Pelacakan Santa Claus" (Santa Tracker)  dengn alamatwww.noradsanta.org memberikan dinamika real-time keberadaan Santa Claus bersama kereta rusa legendarisnya.
Internet raksasa Google  akan menggunakan foto udara Google Earth melacak jejak kereta luncur Santa juga dapat melihat gambar 3D Santa Claus yang terbang di Sydney dan kota-kota besar lainnya.
Menurut radar NORAD, pada tgl 25 Desember jam 14:35 GMT, orang tua gemuk yang mengenakan baju merah berada di tempat tersembunyi ibukota Korea Utara Pyongyang. Setelah meninggalkan Kutub Utara, ia singgah di Rusia, China dan Jepang, dan kemudian dengan kecepatan yang luar biasa ke arah selatan untuk mengunjungi Filipina, Guam, Australia, dan kemudian ke Timur ke arah Asia dan Eropa, malam tgl 25 ia berada di Amerika Utara.
NORAD yang melacak tradisi Santa Claus dapat melacak hingga ke tahun 1955, ketika itu sebuah surat kabar di Colorado mengiklankan sebuah nomor telepon yang memungkinkan anak-anak berkomunikasi dengan Santa Claus, tetapi tidak hati-hati hingga tersambung ke hotline NORAD.
Supaya tidak mengecewakan anak-anak, Kolonel Harry Shoup komandan NORAD saat itu mengeluarkan perintah agar  memeriksa dengan radar, untuk melihat Santa di mana dan memberikan keberadaan Santa Claus kepada anak-anak.
NORAD menggunakan semua kemungkinan instrumen yang ada untuk melacak Santa claus, termasuk empat jenis peralatan berteknologi tinggi: radar, satelit, " Kamera Santa ", juga pesawat tempur. Mereka punya alasan untuk melakukannya, karena kata NORAD gerakan kereta luncur Sinterklas memiliki kecepatan "yang lebih cepat daripada cahaya bintang."

Menurut pernyataan NORAD, “tinggi Santa Claus adalah sekitar 170 cm, 118 pound, tapi sedang makan biskuit tumpukan di hadapannya." "Menurut pengambilan foto pesawat tempur di udara, kami mencatat bahwa ia memiliki perut besar, karena dalam cuaca dingin mengendari kereta luncur, jadi pipinya merah-merah, serta janggut putih yang terbang melambai.


Selamat mencoba , semoga bermanfaat dan berguna untuk anda..copy paste di bolehkan, asal tidak menjelek2kan artikel ini yang telah dibuat.Terima kasih telah berkunjung di Ihsan_blogs .. created by IHSAN.










internet marketing

Click here to get Kaya Dari Facebook Marketing | Profit Bisnis dan Keamanan Pribadi








Baca Artikel lengkap >>

Kata Mereka