Sabtu, 14 Agustus 2010

Kisah Dua Mata Uang di Rumania


 Jumat 1 Juli 2005, bank sentral  Rumania memperkenalkan lembaran uang baru, 100 lei. Uang ini sangat mirip dengan uang lembaran tertinggi negeri itu, 1 juta lei. Semua gambar, warna, hingga tulisan sama. Kecuali angka dan keterangan nominal.

Anda jangan berpikir bagaimana bila uang itu tertukar. Sebab, meski selisih nominal mencapai seper sepuluh ribu, kedua mata uang itu memiliki nilai sama. Itulah yang dilakukan Rumania mengawali redenominasi mata uangnya.

Sejak saat itu Rumania memperkenalkan mata uang lei baru dengan kode RON, yang setiap lei baru akan menggantikan 10 ribu lei lama (ROL). Kode RON dan ROL seperti mata uang rupiah dengan sebutan IDR.

Penggunaan dua mata uang ini dilakukan Rumania selama satu setengah tahun, atau berakhir hingga 31 Desember 2006. Setelah tanggal itu, semua mata uang lei lama ditarik. Meski demikian, lei lama masih bisa ditukar ke bank tanpa batas waktu.

Gubernur Bank Nasional Rumania, Mugur Isarescu terpaksa memotong lei karena inflasi di negera itu sangat tinggi. Selain itu, langkah ini juga sebagai tanda berakhirnya kekuasaan ekonomi komunis menjadi ekonomi liberal. 

Mugur terinspirasi Turki yang sukses memotong enam digit pada nominal mata uangnya. Saat itu 1 juta lira sama dengan 1 lira uang baru. Tapi tak tanggung-tanggung, Turki menyiapkan kebijakan ini sampai 10 tahun.

Setelah redenominasi itu, nilai tukar mata uang Rumania terhadap dolar AS menjadi 2,98 lei dan terhadap euro menjadi 3,6 lei, jauh lebih kuat dari sebelum redenominasi. Pada 30 Juni 2005, nilai tukar mereka terhadap dolar sebesar 29,891 lei dan terhadap euro hanya 36,050 lei.

Pengenalan lei baru dinilai sebagai terobosan yang menguntungkan pemerintahan Rumania. Redenominasi telah membuat mata uang Rumania lebih sesuai dengan nilai mata uang utama global, seperti euro dan dolar AS. Apalagi Rumania berniat bergabung menggunakan euro, setelah masuk Uni Eropa pada 2007.

Kecemasan merebak luas bahwa lei baru akan mendorong inflasi tinggi. Sebab lei baru berisiko membuat pedagang melakukan pembulatan harga, mirip dengan apa yang terjadi ketika euro diperkenalkan di zona Eropa pada 2002.

Namun, kenaikan harga bisa dijaga karena tampilan dua mata uang. Pemerintah Rumania memastikan bahwa semua barang-barang menampilkan dua harga, baik dalam lei baru maupun lei lama hingga akhir 2006. Karenanya pedagang tidak bisa menaikkan harga sembarangan.

Di Indonesia, wacana penyederhanaan mata uang rupiah atau redenominasi dilontarkan Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution. Menurut dia, bank sentral merasa perlu melakukan redenominasi karena pecahan  Rp100 ribu menjadi pecahan terbesar kedua di dunia, setelah dong Vietnam yang memiliki pecahan 500 ribu.
kirim komentar anda melalui emai disini


















Baca Juga Yang Lainnya Tentang :

Kata Mereka