Sabtu, 17 Juli 2010

Tips Memilih dan Membeli Gitar Elektrik




Anda mau membeli gitar elektrik? Tetapi bingung cara memilihnya? Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam memilih gitar elektrik: Pertama… Jelas datang dahulu ke toko alat musik, melihat-lihat, dan ketika suatu saat anda tertarik pada sebuah gitar yang dipajang disitu, mintalah dengan baik-baik kepada penjaga. Katakan bahwa anda hendak mencobanya (karena kalau mintanya dengan kasar ntar dikira mau ngerampok, kalo ambil sendiri nanti dibilang maling…). Jangan lupa minta di-tune atau di-stem dahulu. Karena biasanya gitar yang dipajang dalam kondisi kendor. Atau anda bisa menstemnya sendiri (tapi saya sarankan, mendingan minta distem penjaganya aja, biar kalau senarnya putus tidak disuruh ganti…). Nah.. Kalau anda sudah memegang gitar tersebut, saatnya anda mencoba dan memeriksanya. Berikut adalah beberapa yang perlu diperiksa: 1. Fretboard Fret adalah garis-garis bar yang ada di neck gitar (udah tahu…!!). Letak fret sangat berpengaruh pada ketepatan pitch (tinggi rendah nada). Geser sedikit saja akan sangat berpengaruh terhadap ketepatan nadanya. Kalau banyak orang bilang “falls”. Apalagi untuk gitar-gitar yang tergolong murah. Karena dibuat secara massal, maka anda patut curiga bahwa ada satu-dua produk yang gagal. Jangan sampai anda ketimpa sial, mendapatkan yang gagal tersebut. Selain falls, kadang juga ketinggian fretnya tidak menurun secara gradual maka akan mengacaukan nada-nadanya, atau mengakibatkan suara pecah. Bahkan untuk gitar-gitar yang tergolong mahal, jangan pernah percaya sebelum mencoba. Siapa tahu ada kesalahan produksi, udah beli mahal-mahal, rusak, gak boleh dibalikin. Repot… Gitu aja koq repot… gak usah repot. Cobalah dengan metode yang sangat sederhana. Mainkan barre chord (akor tegak) dari F. Dengarkan, ada yang falls atau tidak. Kalau tidak, maju ke F#, dengerin lagi, maju ke G, begitu seterusnya, sampai fret paling ujung. Hati-hati justru fret-fret di ujunglah yang sering falls, karena jarak antar fretnya saling berdekatan. Jadi meleset sedikit saja akan fatal akibatnya. Kalau ada yang falls maka itu bukan pilihan yang bagus. Atau bagi yang kepingin lebih gaya, mainkan tangga nada mayor diatonis, (jangan pentatonis karena nadanya terbatas). Jelajahai tiap fret, ingat, tangga nada dahulu, jangan improvisasi dahulu, karena ini mencoba gitar bukan pamer kemampuan. Baru sesudah yakin tidak ada yang falls, silahkan mau pamer kemampuan terserah anda. Untuk seting action senar (ketinggian senar dari fingerboard) bisa disesuaikan sendiri di rumah. Jika konstruksi fret yang anda pilih sempurna, maka anda dapat menseting senar sedekat mungkin dengan permukaan fret tanpa resiko buzzing. 2. Kayu / bahan Tidak gampang untuk mengetahui bagus dan tidaknya sebuah kayu. Apalagi rata-rata gitar pabrikan sudah dicat tebal dan tidak lagi terlihat pori-porinya. Karena kayu dengan jenis samapun, bisa memiliki kualitas yang berbeda. Dua buah mahogani dari pohon yang sama, bisa menghasilkan lembaran papan yang berbeda kualitasnya. Hanya empu-empu gitar berpengalaman yang dapat mengetahui kualitas sebuah kayu hanya dengan mendengar suaranya ketika diketok dengan jari. Namun setidaknya ada sedikit panduan tentang bahan kayu ini (Panduan ini hanya untuk memberi informasi karakter tiap kayu bukan masalah kualitasnya). Biasanya dalam katalog tertulis bahan kayu yang digunakan untuk gitar tersebut (jika tidak menipu). Body dari kayu tertentu, neck dengan kayu tertentu, dan fingerboard dengan kayu tertentu. Berikut adalah karakter-karakter untuk kayu tersebut. Pertama, kayu untuk body: Paling banyak, body menggunakan mahogany. Mahogany memiliki karakter sound yang bright dan attack yang kuat dan tajam. Namun bobot yang sedikit lebih berat. Bahan lain adalah Alder dengan sound warm dan bobot yang ringan. Tidak kalah populer adalah maple. Namun biasanya bodi dengan maple hanya sebagai lapisan, bukan utuh seluruh bodi. Karakter sound yang dihasilkan tebal. Ada pula Bassword dengan karakter yang warm. Dan lain-lain. Ke dua, kayu untuk neck: bahan neck tak kalah pentingnya dengan bahan untuk body. Pada umumnya menggunakan maple, namun tidak menutup kemungkinan bahan lain. Tetapi selama ini yang dianggap paling baik untuk neck adalah maple. Karena kekuatan serta kelenturannya. Ke tiga, kayu untuk fingerboard. Fingerboard ada yang satu bahan kayu utuh dengan neck, ada pula yang menggunakan kayu yang berbeda. Jika dengan bahan yang berbeda, kayu yang umum dipercaya untuk fingerboard adalah roosewood atau eboni. Fingerboard rosewood cenderung ke karakter smooth dan warm, sementara eboni lebih menghasilkan karakter bright. 3. Kondisi Fisik Kondisi fisik mudah dilihat dengan kasat mata. Apakah kondisi masih bagus atau sudah buruk. Namun lebih jauh dalam melihat bentuk dan kondisi bodi adalah melihat karakter yang anda inginkan dari gitar tersebut. Bentuk dan kondisi bodi, neck dan headstock. Konon berbentuk meruncing cenderung menghasilkan suara bright, sementara yang tumpul adalah kebalikannya. Tak kalah penting adalah melihat kondisi neck. Letakkan mata anda pada posisi dekat dengan bridge atau ujung bodi, tataplah ke arah neck, jika neck bengkok atau melintir, pasti akan kelihatan. Memang kondisi neck yang sedikit melengkung atau melintir bisa diperbaiki dengan mengencangkan/mengendorkan Trusroad (besi yang ditanam di dalam neck), namun alangkah tidak baiknya jika dalam kondisi baru, neck telah melengkung atau melintir. Berikutnya adalah posisi headstock. posisi headstock konon tidak hanya sebagai variasi penampilan, namun mempengaruhi produksi suara. Yang paling umum adalah headstock miring ke belakang. Dengan posisi miring ke belakang, membuat senar lebih erat tertekan pada nut, maka getaran senar akan tersalur sempurna ke neck kemudian ke body dan pick-up. Ada pula hedstock yang sejajar dengan neck, maka untuk membantu menekan senar pada nut pastikan terpasang binding post. 4. Pick-up dan Wiring Pick-up bertugas mengubah getaran suara menjadi signal elektrik. Pick-up turut menentukan karakter suara setelah kayu. Pada dasarnya terdapat dua buah jenis pickup, yaitu single coil dan hambucker (double). Single coil memproduksi suara yang cenderung tipis, tepat untuk suara clean yang jernih hingga crunch. Sementara hambucker lebih tepat untuk menghasilkan suara yang tebal, dan identik dengan suara distorsi yang berat. Ada tiga konfigurasi pick-up yang sering dipasang pada gitar. Pertama, satu atau dua buah Hambucker tanpa singgel coil. Sehingga tepat untuk bermain distorsi penuh. Berikutnya, satu, dua, atau tiga buah single coil tanpa hambucker. Jika anda menginginkan sound jernih, tidak menginginkan suara distorsi yang berat maka inilah pilihannya.Ke tiga, campuran antara hambucker dan single coil. Bisa satu hambucker dua single coil, atau dua hambucker satu single coil. Sehingga konfigurasi ini lebih memberi banyak pilihan karakter suara. Berikutnya untuk Knob volume dan knob tone. Konfigurasi yang telah umum adalah: pertama, satu volum satu tone. Ke dua, satu volume dua tone, ke tiga dua volume doa tone. Untuk volume tone, pastikan knob tersebut berfungsi dengan baik dalam mengontrol volume yang di keluarkan dari pickup. Untuk knob tone, pastikan terdapat perbedaan yang menyolok antara tone dibuka penuh dengan ditutup penuh. Terakhir pickup switch. Alat ini berfungsi untuk mengatur penggunaan pickup. Secara umum, terdapat dua jenis pickup swith. Yaitu tiga arah dan lima arah. Pastikan alat tersebut bekerja dengan benar. Masing-masing arah mengontrol konfigurasi pick yang sedang digunakan. Sebagai contoh untuk gitar dengan dua buah hambucker dengan pickup switch 3 arah. Arah pertama (posisi miring ke atas/samping kiri) berarti mengaktifkan neck pick-up. Bisa dicek dengan mengetuk pickup tersebut. Jika terdapat signal masuk berarti arah switch dan pick-up tersebut berfungsi sempurna. Arah kedua (posisi tengah). Biasanya mengaktifkan kedua pick-up. Bisa dicek seperti langkah pertama. Arah ke tiga (posisi miring ke bawah/samping kanan). Berati mengaktifkan bridge pickup, cek pickup tersebut seperti pada langkah pertama. 5. Penampilan Nah yang ini selera anda, anda lebih suka bentuk serta warna seperti apa? Namun bentuk fisik turut menentukan karakter suara yang dihasilkan. Jadi lebih baik sesuaikan dengan gaya musik yang hendak anda mainkan. Untuk finisihng pengecatan terdapat dua jenis, solid colour, serta transparan. Jika serat kayu bagus, akan lebih indah jika dengan finishing transparan. Namun jika serat kayu kurang bagus pabrikan lebih sring mengecatnya dengan solid colour. Tetapi kembali lagi, ini masalah selera anda. Jadi terserah anda Selamat memilih gitar.




Selamat mencoba , semoga bermanfaat dan berguna untuk anda..copy paste di bolehkan, asal tidak menjelek2kan artikel ini yang telah dibuat.Terima kasih telah berkunjung di Ihsan_blogs .. created by IHSAN.











internet marketing

Click here to get Kaya Dari Facebook Marketing | Profit Bisnis dan Keamanan Pribadi











Baca Juga Yang Lainnya Tentang :

Kata Mereka